Predikatnews.com

Cepat dan Akurat

TMMD 129 Bojonegoro Tingkatkan Kapasitas Linmas Desa Kesongo

BOJONEGORO , Predikatnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, terus memperkuat peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai ujung tombak keamanan dan ketertiban masyarakat ditingkat desa.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Satlinmas Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, yang digelar di Balai Desa Kesongo, pada Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dalam rangka mendukung rangkaian pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Kedungadem, Polsek Kedungadem dan Koramil 0813-08/Kedungadem.

Adapun tujuannya tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis anggota Linmas, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan TMMD berlangsung.

Sekretaris Dinas Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Masirin, saat membacakan sambutan Kepala Satpol PP Laela Nor Aeny, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberhasilan membangun ketahanan sosial masyarakat.

Menurutnya, TMMD saat ini tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, melainkan juga diperkaya dengan berbagai kegiatan nonfisik seperti edukasi, penyuluhan, hingga peningkatan kapasitas masyarakat termasuk pembinaan anggota Satlinmas.

“Linmas memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah desa, TNI dan Polri. Mereka menjadi garda terdepan dalam membantu menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif dilingkungan masyarakat,” ujar Masirin.

Ia berharap, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius agar ilmu yang diperoleh nantinya bisa diterapkan saat menjalankan tugas di lapangan.

Selain itu, Masirin, juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terhadap peningkatan kesejahteraan bagi anggota Linmas.

Selain mendapatkan insentif, para anggota juga telah memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk jaminan sosial saat menjalankan tugas.

“Perlindungan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada anggota Linmas. Semoga dapat memberikan rasa aman saat mereka menjalankan tugas di tengah masyarakat,” ungkap Masirin.

Ia juga mengajak seluruh anggota Linmas terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat kolaborasi dengan tiga pilar desa yakni pemerintah desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Harapannya, pelaksanaan kegiatan terpadu dan lintas sektoral dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini berjalan aman hingga selesai.

Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Kedungadem, Sahlan, menegaskan bahwa keberadaan Linmas saat ini semakin penting, karena memiliki fungsi yang semakin luas.

Selain membantu menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, Linmas juga berperan dalam penanganan awal bencana, pengamanan kegiatan masyarakat, hingga mendukung pelaksanaan pesta demokrasi seperti pemilihan kepala desa maupun pemilu.

“Setiap kejadian di lingkungan harus diketahui Linmas, jangan menunggu masalah menjadi besar. Pencegahan jauh lebih penting, daripada penanganan setelah kejadian,” tegas Sahlan.

Dia juga meminta, anggota Linmas aktif mendokumentasikan setiap kegiatan pengamanan maupun penanganan bencana sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus laporan kinerja.

Ditempat yang sama, Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiswanto, dalam materinya mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali budaya ronda dan pos keamanan lingkungan sebagai langkah pencegahan tindak kriminal.

Menurutnya, Linmas harus mengenali kondisi wilayahnya, mengetahui setiap pendatang baru, serta cepat melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

“Linmas adalah ujung tombak keamanan desa. Kepekaan terhadap lingkungan menjadi modal utama untuk mencegah tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ia juga membekali peserta dengan pengetahuan dasar pengaturan lalu lintas, teknik menghentikan kendaraan secara aman, hingga kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikalisme dilingkungan masyarakat.

Kapolsek Kedungadem juga menekankan pentingnya untuk menjaga kerukunan, dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Bintara Tinggi Tata Usaha dan Urusan Dalam (Bati Tuud) Koramil 0813-08/Kedungadem, Peltu Lasuri, mengajak seluruh anggota Linmas untuk berpartisipasi aktif mendukung seluruh rangkaian kegiatan program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo.

Linmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga siap membantu tenaga dalam pelaksanaan pembangunan fisik maupun kegiatan sosial selama TMMD berlangsung dari tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2026.

“Kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana, harus dimiliki setiap anggota Linmas. Sehingg setiap persoalan dapat dicegah, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” pungkasnya.

Diakhir kegiatan, para peserta mengikuti praktik lapangan berupa latihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) seperti sikap sempurna, penghormatan hingga simulasi tugas pengamanan yang dipandu langsung oleh personel TNI-Polri Kedungadem.

Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan Satlinmas Desa Kesongo semakin profesional, sigap dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah, TNI, serta Polri dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus menyukseskan pelaksanaan TMMD ke- 129 di Kabupaten Bojonegoro.
[18/7 16.13] Suwardi: *0036*

Nginap Dirumah Warga, Jadi Pengalaman Berkesan bagi Anggota Satgas TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO, – Personel TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro menempati rumah-rumah warga di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, sebagai tempat tinggal sementara selama masa pelaksanaan program TMMD berlangsung.

Seperti suasana di rumah sederhana milik Sumardi (61), warga Dusun Krebet RT.013 Desa Kesongo, kini menjadi tempat singgah para prajurit yang akan bertugas menuntaskan berbagai sasaran fisik dan non-fisik program TMMD ke- 129 di Desa Kesongo dalam beberapa pekan ke depan.

Sejak awal kedatangan, suasana kekeluargaan sudah terlihat jelas antara bapak Sumardi, dan anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang baru tiba di rumahnya.

Tanpa canggung, ia menyambut para prajurit layaknya menyambut anak sendiri yang pulang ke rumah, menandakan dimulainya hubungan hangat yang akan terjalin sepanjang masa pelaksanaan program.

Momen sederhana, berupa jabat tangan dan obrolan ringan di ruang tamu rumah menjadi gambaran nyata bagaimana kedekatan antara TNI dan masyarakat yang dibangun sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan TMMD.

Menempati rumah warga seperti ini, memang menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan TMMD di berbagai daerah. Berbeda dengan penugasan militer pada umumnya, anggota Satgas TMMD tidak ditempatkan di barak atau penginapan khusus, melainkan tinggal langsung berbaur bersama warga selama masa tugas berlangsung.

Pendekatan ini bukan tanpa alasan, dengan tinggal bersama, prajurit dapat merasakan langsung kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, sekaligus membangun kepercayaan dan kedekatan emosional yang sulit didapat lewat pendekatan formal semata.

Bagi Sumardi sendiri, kehadiran para prajurit di rumahnya bukan sekadar menambah penghuni sementara, melainkan sebuah kehormatan tersendiri. Ia kini berperan sebagai orang tua asuh, siap menemani, membimbing, dan memastikan kebutuhan sehari-hari para prajurit terpenuhi selayaknya anggota keluarga sendiri selama mereka bertugas di Desa Kesongo.

Kehadiran anggota TNI, memberi warna baru dalam keseharian keluarga Sumardi di Dusun Krebet Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

“Rasanya seperti punya keluarga baru. Mereka sopan, ramah dan ringan tangan untuk membantu,” tutur Sumardi, Jum’at (17/7/2026).

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk dari sasaran non-fisik program TMMD, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan hubungan sosial antara TNI dan masyarakat melalui interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Momen berbagi tempat tinggal, meja makan, hingga cerita keseharian menjadi bagian penting dari filosofi kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi bagian tak kalah penting dari pelaksanaan TMMD disetiap wilayah sasaran,” ungkapnya.

Dengan tinggal bersama warga, anggota Satgas dapat membangun komunikasi lebih intens, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan merasakan kehidupan warga deda dari dekat.

“Kami ingin benar-benar menyatu dengan warga. Tinggal dirumah mereka, adalah wujud kebersamaan dan saling percaya,” kata Lettu Ckm Purnomo.

Sementara, pelaksanaan kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” yang berlangsung di Desa Kesongo ini dibawah Komando Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, selaku Komandan Satgas.

Ia dibantu seorang Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK), serta 3 (tiga) Komandan Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk memimpin langsung personel Satgas TMMD dilapangan selama masa penugasan.

Kehadiran personel Satgas TMMD di rumah-rumah warga, seperti di kediaman Sumardi, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat Desa Kesongo, sekaligus menjadi kenangan tersendiri bagi kedua belah pihak begitu masa tugas TMMD ke-129 rampung dan para prajurit harus kembali ke satuan masing-masing.

Loading

Verified by MonsterInsights