Predikatnews.com

Cepat dan Akurat

Saat Dua Bupati Turun ke Lapangan, Sepak Bola Jadi Jembatan Asahan–Sergai

KISARAN – Stadion Mutiara Kisaran tidak hanya menjadi tempat dimulainya sebuah kompetisi sepak bola pada Jumat (11/9/2026). Lapangan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan dua pemerintah daerah ketika Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dan Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya sama-sama turun ke lapangan dalam laga ekshibisi Forkopimda.

Pertandingan tersebut menjadi bagian dari pembukaan Turnamen Sepak Bola Usia 35+ Piala Ketua DPRD Kabupaten Asahan Antar Kecamatan se-Kabupaten Asahan Tahun 2026 yang melibatkan 24 tim dari seluruh kecamatan di Asahan.

Yang menarik, kedua kepala daerah tidak sekadar hadir sebagai tamu. Taufik Zainal Abidin mengambil posisi sebagai penjaga gawang tim Forkopimda Asahan, sementara Darma Wijaya yang akrab disapa Bang Wiwik tampil di lini depan tim Serdang Bedagai.

Momen ketika keduanya berhadapan langsung di lapangan menjadi salah satu adegan yang mencuri perhatian. Darma Wijaya sempat memperoleh peluang untuk mencetak gol, tetapi tendangannya berhasil diamankan Taufik yang berada di bawah mistar.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Permainan kemudian berubah lebih terbuka setelah turun minum.

Forkopimda Asahan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-70 melalui Solehuddin Marpaung. Lima menit berselang, Imam menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Serdang Bedagai kemudian merespons. Khairul memperkecil jarak pada menit ke-82 sehingga kedudukan berubah menjadi 2-1.

Skor tersebut bertahan sampai pertandingan berakhir. Forkopimda Asahan pun menutup laga ekshibisi dengan kemenangan tipis atas tim Serdang Bedagai.

Pertandingan dimainkan dalam format 2×30 menit dan dipimpin wasit Habib, dibantu Isbandi sebagai Asisten Wasit I, Rizaldi sebagai Asisten Wasit II, serta Robi sebagai wasit cadangan.

Lebih dari Sekadar Pertandingan

Di luar hasil akhir pertandingan, pertemuan kedua tim membawa pesan yang lebih luas. Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam pembukaan turnamen Asahan menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antardaerah melalui kegiatan yang bersifat informal dan sportif.

Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Efi Irwansyah Pane sebelumnya menyebut turnamen tersebut sebagai turnamen silaturahmi. Menurutnya, kehadiran Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menjadi kehormatan bagi Asahan sekaligus membuka ruang interaksi antarpemerintah daerah.

Ketua panitia Ali Ibra Manurung mengatakan, 24 tim peserta berasal dari kecamatan se-Kabupaten Asahan. Kompetisi tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan di lapangan, tetapi juga memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarwilayah.

Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya turut mengapresiasi pelaksanaan turnamen. Ia menyampaikan bahwa pertandingan semacam ini dapat menjadi bagian dari proses menemukan dan mengembangkan bibit sepak bola di Sumatera Utara.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengatakan penyelenggaraan berbagai turnamen sepak bola di Asahan merupakan bagian dari upaya mengembangkan olahraga secara berkelanjutan, termasuk mencari talenta sejak kelompok usia dini.

Ia menyebut sejumlah kompetisi telah digelar di Asahan, mulai dari Piala Bhayangkara, Piala Dandim 0208/Asahan, Piala Bupati hingga Piala Ketua DPRD.

Menariknya, Taufik juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemain Forkopimda Asahan yang turun dalam pertandingan ekshibisi merupakan mantan pemain sepak bola yang pernah berada di bawah naungan PSSI Kabupaten Asahan.

Hal tersebut membuat laga ekshibisi bukan sekadar pertandingan seremonial. Para pemain yang berada di lapangan membawa pengalaman sepak bola masing-masing, sementara dua kepala daerah turut memberikan warna tersendiri dalam pertandingan.

24 Tim Mulai Berebut Panggung

Setelah pembukaan, perhatian selanjutnya beralih kepada 24 tim usia 35+ yang mewakili kecamatan di Kabupaten Asahan.

Bagi peserta, turnamen ini menjadi kesempatan untuk kembali berkompetisi dalam atmosfer pertandingan, sekaligus memperluas hubungan antarpemain dan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda olahraga yang dipadukan dengan silaturahmi dan kolaborasi.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan penyerahan plakat antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai serta foto bersama.

Dari Stadion Mutiara Kisaran, sebuah pertandingan persahabatan akhirnya meninggalkan cerita yang lebih panjang daripada sekadar skor 2-1: dua pemerintah daerah bertemu dalam suasana olahraga, dua kepala daerah turun langsung ke lapangan, dan 24 tim bersiap melanjutkan persaingan dalam turnamen sepak bola usia 35+.

Loading

Verified by MonsterInsights