Predikatnews.com

Cepat dan Akurat

Industri Fashion Lokal Tembus Pasar Internasional

Bojonegoro, PredikatNews (Jatim) – Industri kreatif di Bojonegoro semakin berkembang termasuk industri fashion.

Industri itu semakin membuka peluang bisnis menjanjikan yang terus diminati semua kalangan.

Baik itu fashion designer maupun pelaku industri yang bergerak dibisnis fashion.

Salah satu sosok yang menggeluti bisnis fashion di Bojonegoro adalah Yustin Mariani, sejak tahun 2018 lalu.

Ia memulai menggeluti usaha dibidang fashion designer dari belajar menjahit di awal tahun 1997 silam.

Namun kini, Yustin telah merintis bisnis lewat usaha dibidang fashion designer dengan memiliki brand sendiri yakni Yustinus Collection.

Hingga kini Yustin berhasil memproduksi tas, outfit dan sepatu dari bahan ramah lingkungan dan dipasarkan secara lokal, luar kota bahkan hingga luar negeri.

“Awalnya memang fokus menjahit, tetapi semakin kesini ternyata peluang fashion designer terbuka lebar,” ucap Yustin.

Ia juga menuturkan terkait produksi tas dan sepatu menggunakan bahan dasar berupa karung goni.

Selain ramah lingkungan, karung goni juga memiliki nilai seni yang tinggi apabila di desain dari tangan kreatif.

Sedangkan untuk outfit, ia terfokus akan konsep budaya lokal Bojonegoro yakni berupa batik wayang thengul namun didesain secara apik dan indah.

“Bahan dasar sepatu dan tas saya gunakan dari karung goni dan dibubuhi kain perca, brukat hingga monte supaya nampak indah.”

“Untuk outfit saya fokus konsep budaya lokal namun di desain seapik mungkin,” tutur Wanita asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota ini.

Sebagai seorang fashion designer yang memiliki brand sendiri, dalam sehari ia mampu memproduksi sebanyak 5 jahitan outfit.

Sedangkan untuk pengerjaan sepatu dan tas memakan waktu dari 3 hingga 7 hari.

Harga yang dibandrol untuk produknya mulai dari 25.000 hingga 100.000 ribu rupiah.

Untuk brand fashion tas lokal, seperti sepatu seharga 100.000 hingga 200.000 ribu rupiah dan outfit dari harga 150.000 hingga 1.500.000 ribu rupiah.

Di balik kecermatan tangannya mendesain fashion ia berhasil meraup omzet yang cukup fantastis yakni puluhan juta rupiah dalam sebulan.

“Pengerjaan tergantung jenis kerumitan, outfit sehari bisa produksi 5, sedangkan untuk tas dan sepatu memakan waktu lama.”

“Harganya variatif dari Rp 25.000 hingga Rp 1.500.000, untuk omzet bisa dibilang lumayan per bulannya,” imbuhnya.

Tidak hanya terjual dan laku dalam pasar lokal, namun karya desainnya telah tersebar di luar kota hingga luar negeri.

Berbagai penghargaan juga telah diraih oleh Yustin pada bidang fashion designer di berbagai Kota serta pagelaran expo IKM dan UMKM.

Yustinus berharap nantinya produk maupun brand lokal Bojonegoro ini tidak hanya cukup dikenal masyarakat Bojonegoro namun hingga luar Negeri.

Selain itu, juga dapat menekan angka pengangguran di Bojonegoro melalui pemberdayaan IKM dan UMKM.

“Harapan kami produk ini bisa dikenal hingga luar Negeri, serta mengurangi laju angka pengangguran,” harap Bu Yustin. [N].

Loading

Verified by MonsterInsights