Predikatnews.com

Cepat dan Akurat

Produk Olahan Gadung, Ide Bisnis Menjanjikan Dimasa Pandemi

Bojonegoro, PredikatNews – Kebanyakan orang menghindari produk makanan berbahan umbi gadung, sebab dikenal memiliki racun yang biasa digunakan untuk melumpuhkan ikan maupun hewan pengerat.

Namun ditangan Tri Wuryandari, gadung dapat diolah menjadi camilan yang aman dan lezat.

Menurut wanita asal Bojonegoro itu, umbi gadung olahannya dipasarkan bukan hanya di wilayah asalnya saja, namun sudah merambah ke Sumatera.

“Untuk pengolahannya butuh tenaga dan ketelitian ekstra, harus direndam sehari semalem, dikasih arang sekam, ditiriskan, dan lain-lain,” ungkap wanita berkacamata itu.

Ia mengatakan, Awal mula ide usaha keripik gadung tersebut karena berlimpahnya umbi gadung disekitar rumah sang nenek yang tinggal di Kabupaten Trenggalek.

“Disana banyak sekali gadung, sekali ambil bisa puluhan kilogram dari Trenggalek,” ucapnya.

“Buah gadung tumbuh di dalam tanah dan ciri yang paling terlihat dari gadung yaitu pohonnya memiliki batang berduri,” terang ibu tiga anak itu.

Adapun alasan, wanita 48 tahun tersebut memilih menjadi pengusaha keripik gadung sebab dirasa produk-produk lainnya sudah banyak ditekuni oleh para UMKM lain.

“Jadi saya angkat yang tradisional dan bahan alam karena jarang,” terangnya.

mengutip dari manfaat.co.id dibalik citranya sebagai bahan makanan beracun, gadung bermanfaat untuk mencegah dan menyembuhkan gejala kejang–kejang otot pada bagian perut

Tidak hanya kripik gadung, Wuryandari juga memproduksi camilan-camilan unik lainnya seperti stik kelor, stik waluh, stik bawang, stik jinten, bahkan kue basah dan berbagai kudapan tempo dulu.

Melalui pemasaran online maupun offline, penjualan produknya dapat meraup omzet hingga 12 juta Rupiah setiap bulannya.

“Kalau masalah harga jual bermacam-macam. Kue basah dari Rp 2.000, kalau keripik antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000/kemasan, tergantung permintaan,” pungkasnya. (Arp)

Loading

Verified by MonsterInsights