Mesuji, PredikatNews (Lampung) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mesuji menggelar agenda rapat paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawban (LKPJ) Bupati Mesuji Tahun Anggaran 2021, Selasa, (05/04/2022), Ruang Rapat Lantai 2 Gedung DPRD Mesuji.
Paripurna yang di laksanakan ini berdasarkan Peraturan pemerintah nomer 13 tahun 2019 tentang laporan evaluasi penyelenggaraan pemerintah, peraturan menteri dalam negeri nomer 18 tahun 2020 tentang peraturan pelaksanaan peraturan pemerintah nomer 13 tahun 2019 dan surat Bupati Mesuji : OD.1560/V.02/MSJ.2020 tanggal 30 Maret 2022 perihal laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Mesuji akhir tahun anggaran 2021.

Rapat paripurna di pimpin langsung ketua DPRD Mesuji Elfianah di dampingi Wakil ketua 1 Yuliani Rahmi Safitri, serta hadiri 19 Orang anggota DPRD mesuji dari 35 orang anggota DPRD Mesuji, paripurna ini juga di hadiri Bupati Mesuji Saply TH, sekretaris daerah kabupaten Mesuji Syamsudin, Organisai perangkat Daerah Pemkab Mesuji, Forkopimda Kabupaten Mesuji.
Dalam Sambutannya Bupati Mesuji Saply TH mengatakan, Arah kebijakan umum Pemerintah Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2021 mengacu kepada Peraturan Daerah Kabupaten Mesuji Nomor 11 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mesuji Tahun 2017-2022, yang memuat visi dan misi Pemerintah Kabupaten Mesuji.
“visi dan misi tersebut dijabarkan dalam berbagai strategi, kebijakan, dan prioritas daerah yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, Adapun secara lengkap, kebijakan, strategi, dan prioritas yang dilaksanakan selama 1 (satu) tahun anggaran telah disusun dalam Buku Laporan Keterangan Pertanggungjawaban yang telah kami sampaikan.” jelasnya.

Lanjut Bupati Saply, Pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Mesuji berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 12Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan tersebut menitikberatkan pada pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien yang diselenggarakan melalui tata kelola pemerintahan yang baik dengan tiga pilar utama, yaitu Transparansi, Akuntabilitas, dan Partisipatif. “Untuk itu, berikut saya sampaikan secara ringkas hasil perhitungan anggaran dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2021.” ujar Saply.
Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2021 adalah Rp.847.828.696.215,44 (847Miliar, 828 Juta, 696 Ribu, 215 koma 44 Rupiah) atau sebesar 101,41% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.836.033.676.452,00 (836 Miliar, 33 Juta, 676 Ribu, 452 Rupiah).
Untuk pembelanjaan sendiri Pada Tahun Anggaran 2021 target belanja sebesar Rp.933.046.479.137,00 dan terealisasi sebesar Rp. 873.337.543.156,82 atau dengan realisasi mencapai 93,60%. Realisasi tersebut terdistribusi pada capaian realisasi Belanja Operasional mencapai 91,98%, realisasi Belanja Modal sebesar 93,34%, Belanja Tak Terduga sebesar 94,71% dan Belanja Transfer 99,86%.
Keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai selama ini tentunya merupakan hasil kerja keras dan upaya kita bersama, baik Pemerintah Daerah, DPRD, serta seluruh stakeholder terkait. Atas dukungan dan kerja sama yang baik selama ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
“saya berharap semoga Sinergisitas kita dalam membangun Kabupaten Mesuji akan selalu terjaga sehingga visi kabupaten mesuji akan tercapai yaitu “mewujudkan Kabupaten Mesuji yang Sejahtera, Aman, dan berkeadilan,” ujar Bupati Saply.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Elfianah sangat kecewa dengan hasil kerja dari LKPJ yang di bacakan, walau hasil dari LKPJ ini belum selesai tapi kita melihat di lapangan dari kasat mata itu tidak sesuai, dan masyarakat banyak yang kecewa dari kinerja pemerintah Kabupaten Mesuji terutama infrastruktur jalan.
“Jalan itu yang paling utam di Mesuji ini, karna di Mesuji jalan itu sangat di butuhkan oleh masyarakat, terutama untuk jalan usaha tani, karna di Mesuji dominan dalam pertanian, yang merupakan salah satu sumber prekonomian masyarakat Mesuji, bila jalan susah di lalui di setiap panen, apa lagi di musim penghujan jalan yang ada susah untuk di lewati, Sehingga membuat hasil panen harga menjadi murah.
Lanjut Elfianah, terkait banyaknya petani di Mesuji menjual gabah ke luar daerah dari mesuji itu mestinya pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat kabupaten Mesuji, agar nilai prekonomian lebih tinggi, karna pemerintah tidak hadir di tengah-tengah masyarakat makannya petani menjual gabah tersebut keluar dari kabupaten Mesuji karna bisa lebih menguntungkan bagi mereka.
Selain itu yang kita lihat ada infrastruktur yang masih belum selesai sampai saat ini seperti Islamic center dan wisata religi, pekerjaannya masih belum selesai, tapi masih ada perpanjangan sampai di bulan April ini, dan kita berharap pembangunan cepat selesai agar masyarakat Mesuji bisa menikmati hasil dari pembangunan tersebut.(ADV)
![]()

Berita Lainnya
DPRD Tulang Bawang Sahkan Rancangan KUA-PPAS TA 2027 dan Perubahan KUA TA 2026
Wabup Hankam Hasan Buka Giat Pelatihan Pasukan PASKIBRAKA Tulang Bawang
Bupati dan Wabup Muba Hadiri Paripurna DPRD Penyampaian Hasil Reses