WayKanan, Predikatnews – Bupati H. Raden Adipati Surya didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Bagian Kerjasama Setdakab melakukan Kunjungan Kerja ke Universitas Negeri Yogyakarta. Kamis (25/05/2023).
Pada pertemuan tersebut Bupati menyampaikan,bahwa keberadaan peningkatan ekonomi masyarakat tidak terlepas dari kemampuan pengelolaan SDM dan peningkatan peran Industri Kecil Menengah (IKM) maupun UMKM pada struktur masyarakat pedesaan seperti di Kabupaten Way Kanan. pada Bidang Pendidikan, peningkatan SDM sangat terkait dengan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pencetak generasi unggul dalam menghadapi tantangan peradaban dan ekonomi di masa mendatang.terlebih pada masa mendatang peningkatan ekonomi diprediksi berasal dari produksi dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat yang telah terbukti tahan terhadap dinamika ekonomi Nasional maupun Internasional.
Program pengembangan IKM/UMKM sebagai salah satu instrument untuk menaikkan daya beli masyarakat, pada akhirnya akan menjadi katup pengaman dari situasi ekonomi yang tidak menentu pasca pandemi. Pengembangan UMKM menjadi sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional, mengingat kegiatan usahanya mencakup hamper semua lapangan usaha sehingga kontribusi IKM/UMKM menjadi sangat besar bagi peniingkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
Ditambahkannya bahwa di Kabupaten Way Kanan banyak berkembang IKM dengan jenis olahan dan skala usaha yang beragam. Dimana saat ini terdapat 3.916 unit usaha IKM, dimana 57%nya bergerak pada bidang Industri Makanan dan Minuman seperti Industri Olahan Kopi Bubuk, Gula Merah, Keripik Pisang, Tahu/Tempe, dan lainnya. terkait dengan kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha IKM di Way Kanan dalam pengembangan usahanya, yang menjadi permasalahan paling mendasar dihadapi yaitu SDM yang kurang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan usahanya, Permasalahan dalam permodalan, Kurangnya sarpras serta Kurangnya akses pemasaran produk.
“Sementara pada sektor Pendidikan, Kabupaten Way Kanan tergolong lambat, ditandai dengan capaian Harapan Lama Sekolah dan rata-rata lama sekolah yang hanya meningkat rata-rata 0,01 setiap tahunnya. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, seperti masih banyak guru-guru yang mengajar terutama pada Satuan PAUD yang tidak linier dengan disiplin ilmunya dan belum berkualifikasi S1/D4, serta masih banyak guru yang belum memiliki sertifikat pendidik. Untuk itu kami sangat membutuhkan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/Perguruan Tinggi yang dapat melakukan bimbingan ataupun pendampingan”, lanjut Bupati Adipati.
Menyadari bahwa upaya untuk mewujudkan keinginan tersebut terutama dalam mengembangkan IKM/UMKM serta kemajuan pendidikan tidak bisa dijalankan sendiri oleh Pemkab Way Kanan, untuk itu dilakukan Kunjungan Kerja dalam Rangka Penandatanganan MoU DAN Diskusi Peluang Implementasi Kerjasama Antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan Universitas Negeri Yogyakarta Tentang Program Pendampingan IKM/UMKM Kabupaten Way Kanan di Yogyakarta.
“Sebagai salah satu kolaborasi dengan Perguruan Tinggi yang dalah hal ini UNY dapat menjadi fasilitator maupun katalisator dalam mewujudkan keinginan meningkatkan kualitas SDM.” tutup Bupati Way Kanan.(Romadona)
![]()

Berita Lainnya
Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Wilayah Teritorial
Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra Ajak Prajurit Jauhi Judi Online dan Jaga Etika Digital
Pengamanan Humanis TNI–Polri Pastikan Keamanan Wisatawan Pantai Prigi