Tubaba, Predikatnews.com – DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menggelar Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Kamis (24/7/2025), di Ruang Rapat Paripurna setempat
Rapat dibuka dan dipimpin oleh Ketua DPRD Busroni, didampingi Wakil Ketua I Ponco Nugroho, dan Wakil Ketua II S. Joko Kuncoro, serta dihadiri langsung oleh Bupati Novriwan Jaya, dan Wakil Bupati Nadirsyah, OPD, serta Forum Camat. Kuorum rapat terpenuhi dengan kehadiran 21 dari 35 anggota DPRD.
Bupati Novriwan Jaya menyampaikan bahwa perubahan APBD merupakan bagian dari dinamika fiskal yang harus direspons cepat dan tepat.
Ia menyebut bahwa pendapatan daerah mengalami penyesuaian dari Rp.972,6 miliar menjadi Rp.929,2 miliar, sementara PAD justru mengalami kenaikan menjadi Rp.74 miliar.
“Meski terjadi penurunan pendapatan secara keseluruhan, kami bersyukur karena Pendapatan Asli Daerah justru meningkat. Ini menjadi sinyal positif atas upaya peningkatan kemandirian fiskal daerah,” ujar Bupati Novriwan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyesuaian belanja dilakukan untuk menjaga stabilitas fiskal serta menjawab tantangan efisiensi anggaran yang ditetapkan secara nasional.
“Kami pastikan setiap rupiah yang dialokasikan tetap berpihak pada masyarakat, mengutamakan pelayanan dasar, dan mendukung program prioritas,” tambahnya.
Tujuh fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum atas Raperda, mulai dari catatan teknis hingga masukan strategis. Bupati menyambut baik seluruh masukan dan menjawabnya dalam sesi tanggapan.
“Kami mengapresiasi pandangan semua fraksi. Pemerintah daerah akan terus berbenah, termasuk dalam memperkuat sistem pengelolaan PAD melalui pemutakhiran data pajak, kajian potensi, dan dukungan sarana teknologi,” tegas.(Rd)
![]()

Berita Lainnya
Hasil Rapat Deadlock, Buay Bulan Bersatu Akan Duduki Lahan PTPN 1
Pemkab Tubaba Pastikan Pertemuan Buay Bulan Bersatu dengan PTPN Dijadwalkan Pekan Depan
Mediasi B3 Dan PTPN 1 Regional VII Unit Usaha Bunga Mayang Mulai Ada Titik Terang Penyelesaian