
Tanggamus, Nenemonews (Lampung) – Ditengah pendemik covid 19 tidak menyurutkan Purnomo untuk melakoni Usahan Menengah koprasi mikro (UMKM) Maju jejama di pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur.
Inisiatif ini di rancang sejak sembilan bulan lalu dan sekarang sudah mulai penen per hari 40-50 kg dan di jual eceran perkilo Rp 5000.; Yang baru petik.
Menurut Purnomo selaku pengelola usaha markisa ini menjelaskan pengelolaan ini saya belajar dari YouTube,dan saya coba praktek langsung disini,dan hasilnya cukup menjanjikan pendapatan perminggu Rp1400 000,bersih jelasnya.
Lebih lanjut Pur sapaan akrabnya mengatakan Markisa ini kita buat beberapa produk, minuman segar dan sirup,kedepan kita sudah rancang untuk dodol, selai dan permen saat ini kami masih terkendala dengan modal,jadi harus berlahan lahan, kalau bahan baku sayarasa sudah cukup menunjang,sebap lahan kita yang pertama berukuran satu hektare setengah dan lahan baru kita sudah siap lima Hektare,terangnya.
Saat ini kami masih mengumpulkan dana supaya produksi minuman markisa ini lebih banyak lagi sebap pesanan sudah mulai ramai mulai dari luar daerah Tanggamus seperti Kabupaten Lampung Barat Pesibar,Pringsewu dan Bandar Lampung, tidak menutup kemungkinan ini akan jadi produk andalan dari Kabupaten berjuluk Begawi jejama ini jelasnya.
Pengolahan buah markisa ini masih menggunakan alat tradisional dan Tampa zat pengawet jadi olahan buah markisa ini masih alami dan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Pekon agar memperhatikan produksi ini supaya lebih besar lagi sebap usaha ini dari kita untuk kita Pungkasnya.(N40).
![]()

Berita Lainnya
Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Semarakkan Pajak Bertutur 2026
Geliat Ekonomi dari Kios Kecil ke Rumah Pejabat
Piala Winner of Pop & Jazz International Choral Festival 2026 Hadir di Lampung