Kendal, Nenemonews.com (Jateng) – Keripik merupakan makanan ringan yang menjadi favorit bagi kebanyakan orang, olahan keripik yang berbahan dasar buah atau sayuran selalu menjadi market utama bagi pelaku usaha dengan menonjolkan ciri khas rasa masing- masing.
Di Desa Bangunsari Kecamatan Patebon terdapat industri keripik pisang dengan skala rumahan yang bisa memenuhi pesanan hingga Luar Jawa bahkan telah mencapai Negeri Sakura (Jepang).
Dita Ayu Fitriyani pengusaha muda yang baru menekuni usaha keripik pisang selama 2 tahun terakhir, ditemui dirumahnya ia mengaku jika sebelumnya hanya membuat cemilan dengan tujuan konsumsi mandiri.
“Awal buat keripik sebenarnya untuk dimakan sendiri sama untuk disajikan kalau ada tamu, mulai nyoba dipasarkan sejak tamu sering bilang kalau keripik pisangnya gurih enak. Dari situ saya coba iseng untuk promo ke temen,” terangnya, Sabtu (31/10/2020).
Lewat online, pemasaran keripik pisang yang dilakukan pada tahun 2018 perhari hanya menghabiskan pisang sebanyak 5 kilogram, namun saat ini memasuki 2020 pihaknya mampu menghabiskan 30 hingga 40 kilogram/hari.
Pisang yang digunakan adalah Pisang Raja Nangka yang memiliki tekstur besar dengan ukuran dari 15 hingga 20 centimeter, dipilihnya pisang tersebut menurutnya pisang raja nangka mempunyai rasa manis yang bercampur asam.
“Biasanya pisang kapok atau pisang ambon, tapi ini saya pilih pisang raja nangka karena rasa asli dari pisang jika diolah keripik dan dikombinasi dengan manis atau gurih itu cocok,” terangnya.
Saat ini olahan keripik pisang yang dibuatnya telah memiliki label dengan nama Keripik Pisang Al-Aqsa harga satuan dibandrol dengan harga RP.13.000/250 gram.(Nenemonews).
![]()

Berita Lainnya
Fraksi Demokrat DPRD Tubaba Ikuti Bimtek Nasional dan HUT ke-25 Partai Demokrat
Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Mantan Napiter Lampung Ikuti Upacara dan Gelar Tasyakuran
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia