Bojonegoro, PredikatNews (Jatim) – Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Bojonegoro gelar Rakor (Rapat Kordinasi).
Rakor lintas sektor dan gereja ini dilaksanakan di Gedung AP I Rawi Polres setempat pada Rabu (16/12/2019) pagi.
Rakor ini juga diikuti para Kapolsek, Danramil serta Camat se-kabupaten melalui jaringan Video Conference di Polsek jajaran.
Menurut Kapolres EG Pandia, diakhir tahun ini semua institusi dan pemerintah daerah dihadapkan agenda Nataru di tengah Pandemi Covid-19.
Dengan longgarnya pembatasan sosial berskala besar mengakibatkan masyarakat kurang mematuhi protokol kesehatan, sehingga meningkat penyebaran Corona di wilayahnya.
Menjelang Nataru tahun ini, diharapkan masyarakat kembali disiplin dalam 4 hal, Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Menjauhi Kerumunan.
Bagi para pelaku usaha swalayan, supermarket agar saling menghormati, menjaga kerukunan dan menghargai kepada pegawainya baik muslim maupun non muslim.
Hal yang perlu diantisipasi pada saat Nataru yakni meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan terorisme dan tidak boleh menggampangkan permasalahan.
Kemudian, apabila ada gereja yang melaksanakan peribadatan supaya tetap mematuhi protokol kesehatan dan menyesuaikan kapasitas di dalam gereja.
Rakor ini bertujuan untuk membahas peningkatan pengamanan dan kerawanan jelang Nataru sehingga dibutuhkan pembahasan secara bersama.
Guna mengetahui kesiapsiagaan dan sinergitas dengan instansi terkait untuk terjaling komunikasi dengan baik.
Selain itu juga, membahas agenda beribadatan di gereja dalam situasi Pandemi Covid-19.
“Dengan adanya rakor ini, kita bisa memapping kerawanan gereja-gereja di Bojonegoro untuk memastikan kesiapan di lapangan serta meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi.
Dengan harapan Nataru di Bojonegoro penuh cinta damai, mari kita pastikan penyelanggaraan ibadah keagamaan penuh toleransi, aman dan damai.
Apabila ada gereja melaksanakan peribadatan kita himbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.” tandas Kapolres EG Pandia.
Sementara itu, Ketua Bamag Iwan Sukmono mengapresiasi pihak Polres Bojonegoro, karena di tengah pandemi masih melaksanakan Rakor jelang Nataru demi kebaikkan dan keamanan bersama.
Kata dia, dari pihak pengurus gereja berupaya turut mendukung pemerintah untuk meminimalisir penyebaran Corona dengan menjalankan ibadah di rumah melalui online ataupun aplikasi Zoom.
“Untuk natal tahun ini dirayakan ditengah-tengah keluarga saja.” jelas Iwan Sukmono.
Selanjutnya, Ketua FKUB Bojonegoro, KH. Alamul Huda menyampaikan Bangsa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dengan ribuan gugusan pulau di dalamnya.
Indonesia juga lahir dari keberagaman yang dibingkai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
Perbedaan ras, suku, budaya, bahasa dan agama menjadi simbol kekuatan sekaligus kekayaan yang sangat berharga bagi bangsa ini untuk menjadi bangsa besar dan bermartabat di mata dunia.
Sebaliknya, keberagaman tersebut bisa menjadi bencana jika tidak disikapi dengan bijaksana dan jika masih ada elemen masyarakat atau organisasi kemasyarakatan yang hanya mengedepankan perbedaan semata.
“Mari bersama-sama kita jaga Bojonegoro ini dengan tidak membeda-bedakan baik suku, agama, ras atau lainnya.” kata Gus Huda sapaan akrab beliaunya.
Kegiatan rakor tersebut dilanjutkan paparan dari Kabag Ops, Kasat Intelkam, KBO Satlantas dan BAMAG.
Selain Kapolres Rakor dihadiri Dandim yang diwakili Pasi Ops, Totok TU, Ketua FKUB, Ketua Bamag, Pemkab Bojonegoro yang diwakili Kasatpol PP, Arief Nanang Sugianto.
Kemudian, Danki 3 Yon C Sat Brimob Polda Jatim, Sub Den POM V/2-1 Bojonegoro, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, RS. Bhayangkara, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, ORARI, Senkom, Banser, Kokam Muhammadiyah, Pendeta dan pengurus gereja se-Kabupaten Bojonegoro. (P25).
![]()

Berita Lainnya
Fraksi Demokrat DPRD Tubaba Ikuti Bimtek Nasional dan HUT ke-25 Partai Demokrat
Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Mantan Napiter Lampung Ikuti Upacara dan Gelar Tasyakuran
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia