Bojonegoro, PredikatNews [Jatim] – Guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang hari besar keagamaan tahun ini TPID rapat HLM.
Rapat HLM atau High Level Meeting alias koordinasi tingkat tinggi dilaksanakan di ruang Angling Darma dan di hadiri Bupati Bojonegoro.
Kemudian, Kepala Perwakilan BI Jatim, Kepala OJK Reg 4 Jatim, Kepala BPS Jatim, Forkopimda dan diikuti oleh Kepala OPD setempat.
Demikian disampaikan Masirin, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan pemda setempat pada Kamis 8 April 2021 siang.
Kata Masirin, seiring menurunnya angka penyebaran covid di Jatim dan keberhasilan pelaksanaan vaksinasi dibeberapa daerah, angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun ini diangka -0,92% (yoy).
Hal itu menunjukkan semakin membaik dibandingkan triwulan IV tahun lalu diangka -3,33% (yoy).
Kemudian sampai dengan Maret ini, inflasi IHK Jatim sebesar 1,29% (yoy), lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni 2,28% (yoy).
Bupati waktu itu menyampaikan, TPID terus berupaya meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, mikro, menengah dan besar untuk terus bergerak.
Selain melalui upaya sektor perekonomian masyarakat, nantinya pemerintah harus memaksimalkan belanja daerah.
Karena belanja daerah adalah salah satu upaya meningkatkan daya dorong peningkatan perekonomian masyarakat.
“Di Bojonegoro sempat terjadi inflasi namun tidaklah signifikan diangka 0,34% dikarenakan adanya kenaikan harga dibeberapa komoditas bahan pokok.”
“Namun hal tersebut akan kami pantau menjelang bulan puasa dan lebaran untuk menjaga stabilitas harga pasar.” jelas Masirin menirunkan ucapan bupati.
Pemkab Bojonegoro terus berupaya meningkatkan perekonomian dan pendapatan daerah.
Beberapa program yang sifatnya bantuan langsung bagi masyarakat telah disalurkan agar dapat merangsang daya beli masyarakat.
Hal ini untuk menjaga agar terjadi perputaran roda perekonomian di masyarakat.
“Kami akui, pandemi ini sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat.”
“Harapannya program dari pemerintah dapat merangsang perekonomian masyarakat.” tutup Masirin, mengopas kata-kata Anna Mu’awanah selaku bupati.
Perlu diketahui bersama bahwa TPID atau Tim Pengendali Inflasi Daerah adalah tim pengendalian harga bahan pokok. [25].
![]()

Berita Lainnya
Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Wilayah Teritorial
Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra Ajak Prajurit Jauhi Judi Online dan Jaga Etika Digital
Pengamanan Humanis TNI–Polri Pastikan Keamanan Wisatawan Pantai Prigi