Predikatnews.com

Cepat dan Akurat

Keluarga Miskin di Bojonegoro Ini Tak Pernah Mendapatkan Bantuan Sosial

Bojonegoro, PredikatNews – Satu keluarga warga Desa Kedaton, RT 14 Rw 02 Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur adalah salah satu potret warga miskin.

Keluarga yang terdiri dari Suami, istri dan satu anak ini tinggal di rumah yang juga bisa di bilang tak layak huni. Selain itu mereka berdua juga sangat minim penghasilan.

Namun, meskipun mereka menjalani hidup serba kekurangan, keluarga ini mengaku belum pernah mendapat bantuan sosial, seingatnya dia hanya sekali dapat bantuan dari sekolahan tempat ia jualan awal corona lalu.

“Dari dulu jika ada bantuan apapun keluarga saya selalu kelewatan mas,” Keluh Riani, istri M. Jumadi kepada media ini saat berkunjung di rumahnya, Sabtu (4/9/2021) siang.

Menurut Riani, penghasilan suami yang hanya kerja serabutan dan kadang sopir truck tak mencukupi untuk kebutuhan, lantaran selain untuk biaya makan, selebihnya untuk bayar hutang.

“Baru setahun ini suami saya mulai kerja, karena sebelumnya sakit, dan saat suami sakit, saya jualan es di pinggir jalan, namun bangrut, sehingga modalnya yang dari hutang belum bisa lunas hingga sekarang.

“Ini sekarang saya jualan es di rumah dan jahit atau permak baju tetangga yang membutuhkan jasanya. dan lumayan bisa menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan, “tambahnya.

Riani berharap, Pemerintah memperhatikannya, sebab selama ini yang datang kerumahnya hanya Fota – foto saja, dan mendata nama keluarganya namun sampai sekarang belum pernah ada realisasinya.

“Kalo rumah saya, Wc juga sering di foto mas, serta data keluarga juga di minta, katanya untuk di ajukan, namun kenyataannya saya tak pernah dapat bantuan.”terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedaton Suntiyono saat di konfirmasi di ruangannya pada senin (6/9/2021) siang, membenarkan hal itu. Namun pihak desa sendiri telah memperjuangkan agar warganya ini dapat bantuan.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan data warga saya ini sejak 2 tahun lalu, saat itu setelah saya terpilih jadi kepala Desa, Tapi harus bagaimana lagi, kenyataannya demikian, jika ada bantuan nama warga saya ini selalu tidak ada.” Terangnya.

Suntiyono menuturkan, dirinya pun sempat mengira NIK atau data lainnya dalam keluarga ini bermasalah, sehingga dia mengecek sendiri di kantor terkait, namun hasilnya data ini tidak ada masalah.

“Terakhir saya cek, untuk Data kelurga ini sudah masuk Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) Kemensos, terdaftar program PKH, namun entah kapan realisasinya, Semoga cepat terealisasi,” harapnya. (Arh).

Loading

Verified by MonsterInsights