Bojonegoro, PredikatNews – Berwirausaha merupakan salah satu cara untuk menopang ekonomi keluarga. Bahkan bisa juga memberi lapangan kerja bagi warga sekitarnya.
Hal itu seperti yang dilakukan Imam, warga Desa Cancung, Kecamatan Bubulan, yang juga serius mengembangkan UMKM, yang dari usahanya ini ia juga dapat memberdayakan delapan orang warga di desanya.
Bahkan kata dia, sempat juga ada kunjungan dari PKK Jatim. Usahanya ini dipercaya untuk menyediakan oleh-oleh, Bawang merah dan bawang putih goreng ini pun ia kemas dengan bagus.
Dengan berbekal pengalaman kerja yang di dapatnya, Imam yang hanya seorang petani ini, kini serius membangun bisnis bawang merah dan bawang putih goreng tanpa bahan pengawet skala grosir.
“Awalnya saya kerja di tempat produksi seperti ini di Kalimantan. Namun diizinkan kembali ke Bojonegoro untuk mengurus ibu yang tinggal sendiri, lalu saya putuskan untuk berwirausaha ini di rumah,”ucapnya Jumat (11/3/2022).
Dari produksi bawang goreng ini, kata dia, ia mengaku, Sekali pendistribusian ke Kalimantan, ia mampu mengirim satu ton kemasan 15 kg untuk bawang merah dan 18 kg untuk bawang putih.
Bahkan sempat juga ada kunjungan dari PKK Jatim. Kami dipercaya untuk menyediakan oleh-oleh. Saya kemas bagus. Bawang merah dan bawang putih goreng ini.
Namun karena mahalnya minyak goreng, bulan lalu ia memutuskan berhenti, pasalnya bawang goreng lebih banyak menggunakan minyak. Karena produksi satu ton saja yang membutuhkan 60 liter minyak goreng.
“Terakhir produksi akhir Februari tahun ini, 8 pegawai kami rumahkan dahulu, tapi ingsya Allah ini sudah dapat pemasok minyak goreng, maka kami akan mulai produksi lagi,”tuturnya
Imam mengungkapkan, usaha ini telah ia rintis sejak tahun 2017 lalu, kemudian ia mantab serius berkecimpung memproduksi sejak tahun 2018 lalu dengan mengurus surat perizinan.
“2018 mengurus SIUP, P-IRT dan dokumen perizinan lainnya dengan label ‘SAE’, “ungkapnya.
Adapun peralatan yang digunakan, Mulai dari pengupasan, pengirisan, hingga penggorengan dan pengemasan, ia menggunakan alat manual. Jadwal kerja ke pegawainya pun jika ada waktu senggang saja.
Sementara untuk kebutuhan pasokan bawang, terkadang ia mengandalkan hasil tanamnya sendiri. Tapi kadang juga memasok dari wilayah lain, dari Kecamatan Sekar, Gondang, ataupun dari kecamatan Kedungadem.
Menurutnya, Keunggulannya ketahanan bawang goreng tanpa pengawet ini bisa mencapai enam bulan, tapi hal itu juga ada banyak faktor penunjang, yakni Selain kualitas minyak goreng, juga kualitas bahan baku sendiri juga bisa berpengaruh.
“Salah satunya proses pencabutan bawang yang baik juga berpengaruh, kalau Di Bojonegoro sendiri, beberapa bawang merah yang kualitas bagus berasal dari Kecamatan Sekar, Krondonan, Kedungadem dan Gondang.” Tambahnya.
Imam menambahkan, untuk kendala masih kesulitan pemasaran lokal dan alat produksi. Apalagi, media pemasaran yang dilakukan baru sebatas via WhatsApp.
Dia berharap, ada pihak-pihak yang senantiasa membantu agar dapurnya terus mengepul, menghasilkan bawang goreng berkualitas dan warga sekitar beraktifitas kembali.(Arief)
![]()

Berita Lainnya
Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Wilayah Teritorial
Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra Ajak Prajurit Jauhi Judi Online dan Jaga Etika Digital
Pengamanan Humanis TNI–Polri Pastikan Keamanan Wisatawan Pantai Prigi