LAMPUNG UTARA , Nenemonews — Semangat gotong royong masyarakat Desa Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, tampak nyata pada Jumat, 30 Oktober 2026. Bersama personil Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat, warga turun ke jalan melakukan perbaikan ruas jalan penghubung Sukoharjo–Bumi Raharja yang banyak berlubang, secara swadaya,
menggunakan adukan semen sederhana, warga berjuang menambal kerusakan yang sudah lama dikeluhkan
Abdu Rohim, Kepala Desa Sukoharjo, secara terbuka mengakui hal tersebut. “Kegiatan semacam ini sudah sering kita laksanakan. Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama dengan pihak Dapur MBG Sukoharjo melaksanakan perbaikan jalan yang berlubang. Tujuannya selain untuk memperlancar lalu lintas, juga meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan rusak,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampikan,”Kita sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan ruas jalan ini kepada Pemerintah Daerah Lampung Utara, namun hingga saat ini belum ada realisasinya. Mungkin karena keterbatasan anggaran,” jelasnya dengan nada pasrah.
Ini suatu Pertanyaan Besar Keterbatasan Anggaran atau Terabaikan?
Alasan “keterbatasan anggaran” yang disampaikan Kepala Desa patut dipertanyakan. Sebab, jika selama bertahun-tahun usulan perbaikan jalan vital bagi warga dua desa ini tidak kunjung terealisasi, lalu ke mana alokasi dana pembangunan yang seharusnya menyentuh masyarakat langsung?
Jalan Sukoharjo–Bumi Raharja bukan sekadar akses warga sehari-hari, melainkan urat nadi perekonomian warga untuk menyalurkan hasil tani dan kebutuhan pokok. Kerusakan yang dibiarkan lama tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan biaya transportasi dan membahayakan keselamatan setiap warga yang melintas.
Apakah masyarakat harus selalu mengandalkan gotong royong dan tenaga sendiri hanya demi memiliki jalan yang layak dilewati, sementara anggaran pembangunan daerah terus disusun setiap tahun? Kapan prioritas benar-benar ditempatkan pada kepentingan dasar rakyat?
Harapan warga sederhana, Jalan yang aman dan terawat. Bukan bantuan tambal sulam yang harus dilakukan sendiri, melainkan penanganan tuntas dan berkelanjutan dari pihak yang diberi mandat mengelola daerah ini. Semoga jeritan warga Sukoharjo khususnya, dan Masyarakat Kecamatan Abung Surakarta umumnya segera mendapat jawab yang bijaksana dan nyata, bukan sekadar janji atau alasan keterbatasan.(rd)
![]()

Berita Lainnya
SDN 03 Karya Sakti Gelar Bimtek SPMI
Pelatihan Vokasi Kemnaker di BLK Way Abung, 32 Peserta Lulus
Kwarcab Pramuka Lampung Utara Gelar KMD 2026 Di Kwaran Abung Surakarta