Kendal, Predikatnews (Jateng) – Enam wanita cantik yang menamakan diri Tim Bali Pulih Women Cycling Community (WCC) melakukan perjalanan bersepeda atau gowes dengan rute Jakarta – Bali. Dan pada kesempatanya enam wanita cantik itu singgah di Cafe Satu Kata Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal,
Kamis (06/11/2020).
Para wanita cantik dan tangguh itu mengaku bernama Agung Ocha, Tri Lara Prasetyarina, Mahayanti, Aurea Sagita dan Arintika. Dan usia mereka lebih dari 30 tahun, bahkan ada yang di atas 40 tahun.
“Melakukan perjalanan bersepeda dari Jakarta sejak 1 November 2020 dan diperkirakan sampai Pulau Bali pada tanggal 14 November 2020 dan Alhamdulillah perjalanan ini dikawal oleh 9 personil yang terdiri dari 2 official, 1 Marshall dan 6 orang dari PB ISSI Pusat mewakili Kemenpora, ” ungkap Tri Lara
Prasetyarina selaku koordinator.
Dalam perjalanan menuju Kendal tambah Tri Lala, kita dikawal 30 pesepeda dari Pekalongan dan 20 pesepeda dari Kendal. Dan pada Saat singgah di Kendal rombongan disambut oleh komunitas sepeda Kendal dan Disporapar Kendal.
Saat bincang-bincsng dengan beritakita.net Tri Lara Prasetyarina selaku koordinator menjelaskan, misi utama bersepeda sejauh 1.000 kilometer bertujuan untuk pemulihan wisata di Pulau Bali yang saat ini kondisinya sepi akibat terdampak pandemi Covid-19. Dan dalam perjalanan Jakarta – Bali akan singgah di 20 WWC regional dan bertemu dengan para komunitas sepeda. Selain itu juga bertujuan untuk mendapatkan simpati dengan ikut membantu menyuarakan kebaikan- kebaikan pariwisata di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. “Kami ingin menunjukkan, bahwa Pulau Bali masih tetap bagus dan tidak pudar hanya karena pandemi, harapannya agar para wisatawan ramai-ramai berkunjung kembali,” ujarnya.
Seperti kita ketahui, akibat adanya pandemi covid-19, pariwisata di Bali menjadi sepi. Padahal 90 persen masyarakat Bali mengandalkan penghidupannya dari wisata. “Saat Bali benar-benar sepi, oleh karena kami berharap agar wisata Bali bisa pulih kembali,” punkasnya.
Sementara itu Marsela dari Satu Kata mengatakan, dirinya yang meminta agar Tim Bali Pulih untuk singgah di cafenya, karena salah satu misinya adalah mengangkat produk UMKM Oleh karena itu, ia ingin mengangkat kopi Liberika yang merupakan kopi khas Kendal supaya lebih dikenal sampai di Bali. Tim Bali Pulih pun diberi oleh-oleh kopi Liberika, sedang dari Pekalongan memberikan oleh-oleh kain dan baju batik Pekalongan.
“Kami yang meminta supaya mereka singgah di cafe ini, karena kami ingin mengenalkan supaya kopi Kendal, terutama kopi Liberika yang memiliki aroma khas nangka bisa terangkat dan dikenal di Bali,” harapannya. (*/N51)
![]()

Berita Lainnya
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Berdekorasi Merah Putih di 19 Kota Indonesia
Pemerintah Resmi Tetapkan Kebijakan WFH 1 Hari Tiap Jum’at Sejak April
KMHDI Gelar (Kongres Nasional) Mahasabha XIV di Lampung, Fokus pada Akselerasi Pembangunan Bangsa